Berikut ini adalah link yang akan membawa anda pada halaman download yang berisi file tentang "Strategi Pembelajaran Matematika".
Strategi Pembelajaran Matematika
Jumat, 08 April 2011
Pembelajaran Matematika
PENDAHULUAN
Dewasa ini pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia unuk pembangunan, serta agar mempunyai kemampuan daya saing di dunia internasional. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Namun, perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya
Pendidikan nasional yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kretif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS.
Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kwalitas manusia indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga agar memiliki daya saing daam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam indonesia. Peningkatan efisiansi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.
Implementasi Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA di SMP
Pengertian matematika
Matematika berasal dari bahasa latin manthanein atau mathema yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut wiskunde atau ilmu pasti.
Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sbelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.
Namun demikian, pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali dengan secara induktif melalui peristiwa nyata atau intuisi. Proses induktif-deduktif dapat digunakan untuk mempelajari konsep matematika. Kegiatan dapat dimulai dengan beberapa contoh atau fakta yang teramati, membuat daftar sifat yang muncul (sebagai gejala), memperkirakan hasil baru yang diharapkan, yang kemudian dibuktikan secara deduktif.
Materi-materi Matematika yang diajarkan di SMP:
KELAS VII
A. Semester I
1. Bilangan
Memahami bilangan dalam pemecahan masalah.
Menyelesaikan operasi bilangan bulat dan pecahan.
Mengenal sifat operasi bilangan bulat dan pecahan.
Menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dalam pemecahan masalah.
Menyelesaikan operasi tambah, kurang, bagi, pangkat bilangan bulat termasuk operasi campuaran.
Menentukan sifat-sifat perkalian dan pembagian bilangan negative dengan bilangan negative, positif dengan positif, serta positif dengan negative.
Memberikan contohberbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan: biasa, campuran, desimal, persen dan permil.
Menghitung hasil penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pecahan dengan pecahan.
Mengubah bentuk pecahan kebentuk yang lain.
Melakukan pembulatan bilangan pecahan sampai satu atau dua desimal.
2. Aljabar
Memahami persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.
Mengenali bentuk aljabar dan unsur-unsurnya dan menyelesaikan operasi bentuk aljabar.
Menyelesaikan pertidaksamaan satu variabel dan menggunakannya untuk memecahkan masalah.
Menggunakan konsep aljabar dalam pemecahan masalaharitmatika social yang sederhana.
Menyelesaikan persamaan linear satu variabel untuk pemecahan masalah.
Menggunakan perbandingan seharga dan perbandingan berbalik harga dalam pemecahan masalah.
B. Semester II
1. Aljabar
Memahami konsep himpunan dalam pemecahan masalah.
Mengenali himpunan dan sejenisnya.
Menyelesaikan operasi dalam himpunan.
Menggunakan diagram Venn dalam operasi himpunan serta pemecahan masalah.
Menjelaskan pengertian factor, suku, dan suku sejenis.
Menyelesaikan operasi hitung (tambah, kurang, bagi, kali, dan pangkat) suku sejenis dan tidak sejenis.
Menggunakan sifat perkalian bentuk aljabar untuk menyelesaikan soal.
2. Geometri dan pengukuran
Memahami hubungan garis dan garis, garis dan sudut, sudut dan sudut, serta ukuran-ukurannya.
Menentukan hubungan dua garis, besar sudut, dan jenis sudut.
Menggunakan sifat-sifat sudut yang terbentuk jika dua garis sejajar dipotong oleh garis lain.
Memahami bangun datar segi empat dan segitiga.
Mengenali berbagai bentuk, jenis, menghitung keliling, dan luas segi empat.
Menghitung bangun segitiga dan jenisnya serta menghitung keliling dan luas bangun segitiga.
KELAS VIII
A. Semester I
1. Aljabar
Memahami aljabar dalam pemecahan masalah.
Menguraikan suku bentuk aljabar menjadi faktor-faktor.
Menyelesaikan operasi bentuk aljabar.
Memahami relasi dan fungsi aljabar.
Menentukan nilai fungsi aljabar.
Menyelesaikan operasi hitung (tambah, kurang, kali, bagi, dan pangkat) operasi aljabar dengan penyebut satu suku.
Menjelaskan pengertian koefisien, variabel, konstanta, suku satu, suku dua, dan suku tiga dalam variabel yang sama atau berbeda.
Memfaktorkan suku bentuk aljabar sampai dengan suku tiga.
Menyederhanakan pembagian suku.
Menyelesaikan perpangkatan konstanta dan suku.
Menjelaskan dengan kata-kata dan menyatakan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan fungsi.
Menggambar grafik fungsi dalam koordinat Cartesius.
Menghitung suatu nilai fungsi.
Mengenal persamaan garis lurus dalam berbaai bentuk dan variabel.
Menentukan persamaan garis melalui dua titik, satu titik dengan gradien tertentu.
Menentukan koordinat dua titik.
Menjelaskan jenis-jenis persamaan linear dua variabel.
2. Geometri dan Pengukuran
Memahami teorema Phytagoras dalam pemecahan masalah
Menyatakan teorema Phytagoras untuk sisi-sisi segitiga siku-siku
Menggunakan teorema Phytagoras dalam pemecahan masalah
Menuliskan dalil phytagoras untuk sisi-sisi segitiga.
Mengenal suatu proyeksi garis dan menurunkan rumus panjang geometri.
Menentukan panjang garis berat dan titik berat.
B. Semester II
1. Geometri dan Pengukuran
Memahami unsur dan bagian lingkaran
Menentukan unsur dan bagian-bagian lingkaran
Menggunakan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam penyelesaian masalah
Menghitung keliling dan luas lingkaran
Menghitung besaran dari bagian-bagian lingkaran
Memahami bangun ruang kubus, balok, dan bagian-bagiannya
Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, dan bagian-bagiannya
Menentukan jaring-jaring kubus dan balok
Menghitung luas permukaan dan volume kubus, dan balok
Membedakan lingkaran dan bidang lingkaran serta dapat menyebutkan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran: pusat lingkaran, jari-jari, dan diameter, busur, tali busur, juring, dan tembereng.
Menghitung besaran-besaran pada lingkaran.
Mengenal sifat-sifat garis singgung lingkaran.
KELAS IX
A. Semester I
1. Geometri dan Pengukuran
Memahami kesebangunan bangun datar.
Mengidentifikasi dua bangun datar saling sebangun atau kongruen.
Menggunakan konsep kesebangunan dalam segitiga.
Menghitung panjang sisi yang belum diketahui dari dua bangun yang sama sebangun atau dua bangun sebangun.
Menyebutkan syarat dan pengertian dua segitiga kongruen dan sebangun.
Menentukan perbandingan sisi dua segitiga sebangun dan menghitung panjangnya.
Memahami tabung, kerucut, dan bola.
Mengidentifikasi unsur-unsur tabung dan kerucut.
Menghitung luas selimut, volume tabung, dan kerucut.
Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tabung, dan kerucut.
Menjelaskan bagian-bagian limas dan prisma tegak.
Mengenal dan menyebutkan bidang, rusuk, diagonal bidang, bidang diagonal, diagonal ruang, dan tinggi dari limas dan prisam tegak.
Melukiskan jaring-jaring limas dan prisma tegak serta menghitung luas permukaannya.
Menemukan rumus volume dan menghitung volume limas dan prisma tegak.
Menghitung besar perubahan volume bangun limas dan prisma tegak jika ukuran rusuknya berubah.
2. Peluang dan Statistika
Mengolah data dalam menentukan peluang kejadian sederhana.
Menentukan ruang sampel suatu percobaan acak sederhana.
Menentukan peluang suatu kejadian sederhana.
Menerapkan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data.
Menyajikan data tunggal, kelompok, dalam bentuk tabel dan diagram: piktogram, diagram batang, diagaram lingkaran dan diagram garis.
Menentukan ukuran rata-rata, median, modus dan tunggal.
Menafsirkan hasil percobaan.
Menjelaskan pengertian percobaan statistika, ruang sampel, titik sampel kejadian.
Menentukan ruang sampel suatu percobaan dengan mendata titik-titik sampel.
Menghitung peluang masing-masing titik pada ruang sampel.
Menghitung peluang dengan pendekatan frekuensi relatif dan teoritis.
Menentukan dan menghitung nilai peluang suatu kejadian.
B. Semester II
1. Bilangan
Memahami barisan dan deret bilangan untuk pemecahan masalah
Menentukan pola barisan bilangan
Menentukan suku ke-n barisan bilangan
Menentukan jumlah n suku pertama suatu deret
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan baris dan deret
Menyatakan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan baris dan deret bilangan.
Mennenal unsur-unsur barisan dan deret seperti suku pertama, suku berikutnya, beda dan rasio.
Mengenal pengertian deret aritmatika naik dan turun.
Menenal pengertian deret geometri naik dan turun.
Menemukan rumus suku ke-n dan jumlah n suku pertama deret geometri.
Menemukan sifat-sifat deret aritmatika dan geometri.
Menyelesaikan persamaan kuadrat.
Mengenali pengertian, membedakan akar dan bukan akar persamaan kuadrat.
Mencari akar-akar persamaan kuadrat dengan memfaktorkan atau menggunakan rumus.
Menyatakan masalah sehari-hari yang dapat dinyatakan dengan persamaan kuadrat.
Materi yang dianggap sulit untuk dipelajari:
1. Sifat-sifat kekongruenan segitiga
Materi ini dianggap sulit untuk dipelajari karena siswa merasa kebingungan untuk membedakan mana yang bisa dikatakan kongruen dan tidak. Cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasinya seperti mengidentifikasinya menurut sifat, unsur, atau kesebangunan dan membuat alat peraga.
2. Statistika
Materi ini berkaitan dengan peluang. Dimana cara mengumpulkan, menyajikan, dan menafsirkan datanya dianggap sulit oleh para siswa. Tentang kejadian yang pasti dan belum pasti.
Cara untuk agar siswa merasa bisa memahami yaitu dengan memahami soal, strategi pemecahan masalah, serta menafsirkan solusi jawaban.
Materi yang dianggap sulit untuk diajarkan:
1. Aljabar
Aljabar termasuk didalamnya ada penyederhanaan, penambahan serta operasi aljabar. Yang bersangkutan dengan kehidupan sehari-hari serta penjumlahan dua variabel yang berbeda, serta operasi pengkuadratan. Guru merasa sulit untuk mengajarkannya karena adanya faktor dari dalam dan dari luar. Misalnya dari dalam yaitu berasal dari siswa itu sendiri yang dari awal memang sudah tidak mengerti atau tingkat IQ nya kurang. Dari luar misalnya cara mengajar atau metode yang digunakan guru kurang tepat.
2. Bilangan bulat dan pecahan
Dalam materi ini, ada jenis-jenis bilangan bulat yaitu bulat positif dan negatif. Guru merasa kesulitan dalam menerangkan pembagian dan pengurangan bulat positif dan negatif. Jika dalam penambahan dan pengurangan bisa dibantu dengan garis bilangan.
Dalam pecahan, terdapat bentuk perbandingan, desimal, serta persen. Kesulitan terdapat saat menerangkan pengubahan bilangan biasa menjadi bilangan desimal atau sebaliknya. Juga pada pengubahan kedalam bentuk persen, siswa sering tidak bisa memahami soal sehingga dalam mengajarknnya menjadi sulit. Dalam perbandingan, saat menerangkan penyederhanaan perbandingan sesuatu hal serta menentukan suatu perbandingan.
3. Baris dan deret
Dalam materi ini dibahas tentang cara menghitung menggunakan ‘n’ suku yang memudahakn lebih cepat mengetahui data ke-n berapa yang ingin diketahui. Guru memberikan rumus-rumus yang mungkin oleh siswa kurang dimengerti. Sehingga kesulitan untuk mengajarkannya.
POTRET KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA di SMP
• Keberhasilan
Hasil Penelitian Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa (yang dapat dilihat pada lembar observasi), dan adanya peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep dalam mata pelajaran matematika(yang dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test) dengan metode pembelajaran Cooperative tipe TAI (Team Assisted Individualization). Jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas standar keberhasilan untuk pre-test siklus I sebesar 52,77 %, post-test siklus I sebesar 88,88 %, pre-test siklus II sebesar 11,11 %, post-test siklus II sebesar 86,11%, pre-test siklus III sebesar 11,11%, post-test siklus III sebesar 86,11%. Hasil belajar siswa meningkat dengan rata-rata 62,04%.Untuk pemahaman konsep dilihat dari hasil jawaban siswa dalam soal uraian. Jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas standar keberhasilan untuk siklus I sebesar 97,22 %, siklus II sebesar 80,55 %, dan siklus III sebesar 86,11%. Rata-rata hasil soal uraian adalah 87,96 %.
• Kegagalan
Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, dari 135.236 peserta UN SMP tahun 2010, hanya sebanyak 95.057 siswa atau 71,03 persen yang dinyatakan lulus. Sedangkan sisanya dinyatakan tidak lulus.
Rinciannya, dari total peserta UN SMP sebanyak 118.764 siswa, yang dinyatakan lulus 88.272 siswa (74,33 persen) dan yang tidak lulus sebesar 30.492 siswa (25,67 persen). Sedangkan dari 1.702 peserta UN SMP Terbuka, yang dinyatakan lulus hanya sebanyak 375 siswa (22,03 persen) dan tidak lulus 1.327 siswa (77,97 persen). Sementara dari 14.770 peserta UN Madrasah Tsanawiyah, 7.410 siswa (50,17 persen) dinyatakan lulus dan sebanyak 7.360 siswa (49,83 persen) tidak lulus
Sedangkan nilai rata-rata hasil UN untuk empat mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia 7,23, Bahasa Inggris 6,37, Matematika 6,31 dan IPA dengan nilai rata-rata 6,46. Siswa yang mendapatkan nilai 10 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia ada 14 siswa, mata pelajaran Bahasa Inggris ada 271 siswa, mata pelajaran Matematika ada 1.150 siswa, dan IPA 1.406 siswa.
Pendapat saya tentang keadaaan pembelajaran di Universitas PGRI Yogyakarta:
Pembelajarannya sudah bagus, dosen-dosen dalam memberikan materi kepada mahasiswa sudah tepat.
Selasa, 05 April 2011
starting of my journey
hidup adalah tentang sebuah pilihan dan pilihan adalah tentang sebuah konsekuensi yang akan selalu datang mengikuti pilihan yang kita ambil. jadi baik atau tidak baik, jadi pantas atau tidak pantas, jadi indah atau tidak indah, kita sendirilah yang memilih dan memulainya. so, be a wise...
Langganan:
Postingan (Atom)